Selasa, 15 Maret 2011
HUMOR ROHANI


MENJADI GARAM DUNIA


Budi adalah seorang murid Sekolah Minggu dari suatu gereja. Walaupun ibunya belum mengenal Tuhan Yesus, ia tidak pernah melarang Budi untuk pergi ke Sekolah Minggu.
Pada suatu hari Minggu, sesampainya Budi di rumah, ibunya bertanya, "Pelajaran apa yang kamu dapatkan di Sekolah Minggu tadi pagi?"
Budi dengan bersemangat menjawab, "Tadi pagi guru Sekolah Minggu saya, Ibu Meliati bersama dengan asistennya Ibu Hartatik, mengajarkan saya untuk menjadi garam bagi dunia ini."
Ibunya terkejut dan berkata, "Hah, kamu mau jadi garam?! Budi, jangan kecewakan mama, mama mau kamu menjadi dokter atau tukang insinyur!"
HUMOR ROHANI


Dilarang parkir di sini !!!

Seorang pendeta dari sebuah jemaat menjumpai kesukaran dengan tempat parkir yang telah disediakan untuk dirinya di halaman gereja. Agaknya para pengunjung gereja menggunakan tempat parkirnya seenaknya sendiri, walaupun dengan jelas ada tanda, bahwa tempat itu memang sudah disediakan untuk orang lain.

Pendeta itu mengira bahwa tandanya kurang jelas sehingga ia minta ditambahkan, "Disediakan untuk pendeta". Namun kenyataannya adalah bahwa pengunjung gereja masih memparkir kendaraannya di tempat itu juga. Mungkin diperlukan tanda yang lebih tegas lagi, pikir sang pendeta Kemudian ia mengubah, "Tuhan menyediakan tempat ini untuk hambaNya". Namun hal inipun tidak membuahkan sesuatu yang diharapkan.
Akhirnya setelah merasa kesal, ia mempunyai suatu ide yang bagus. Hasilnya adalah, bahwa sejak dipasang tanda yang terakhir itu, Tidak ada seorang pun yang memparkir mobilnya di tempat pendeta itu. Tandanya berbunyi, "Siapa yang memparkir mobilnya di tempat ini diharuskan berkhotbah pada hari Minggu berikutnya".
Haii..
saya akan membagi renungan harian saya..
semoga ini bermanfaat bagi para pembaca..
GBU :)




Tuhan Mengapa Engkau Meninggalkan aku?

Mazmur 42:10
Aku berkata kepada Allah, gunung batuku: ”Mengapa Engkau melupakan aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?”

Apakah anda tahu bahwa anda boleh mengajukan pertanyaan kepada Tuhan? Benar! Anda boleh bertanya kepada Tuhan. Beberapa orang berfikir, jika ia mengajukan pertanyaan pada Tuhan artinya dia sedang meragukan Tuhan, tetapi tidak demikian sebenarnya.
Mari kita lihat Yesus Kristus saat Ia menjalani penderitaan di kayu salib. Dia berseru “Allahku, Allahku mengapa engkau meninggalkan aku?”
Bahkan daud, pria yang berkenan di hati Tuhan ini berani berseru kepada Tuhan dalam ketakutan dan kecemasannya dan mengungkapkan rasa sakit hati yang dialaminya dalam Mazmur 42:10. Hal ini bisa Daud lakukan karena ia sangat jujur kepada Tuhan. Anda dan saya bisa beralih kepada Mazmur untuk menemukan penghiburan, keterangan, dan kekuatan.
Anda bisa jujur kepada Tuhan tentang rasa sakit anda, pergumulan, dan masalah-masalah yang sedang anda hadapi. Anda bisa mencurahkan isi hati anda kepada-Nya.
Kita semua mengalami ketidakpastian dalam hidup dan banyak pertanyaan memenuhi pikiran kita yang membutuhkan jawaban.
Datang kepada Tuhan. Dia dapat menerima pertanyaan yang kasar dan jujur dari hati kita. Dia menyambut anda dalam hadirat-Nya. Ya berserulah kepada Tuhan ketika hati anda sakit, tapi jadilah seperti daud yang tetap memegang janji Tuhan dalam keadaan apapun. Seperti yang ia lakukan di Mazmur 42:12
Bangkitkan iman anda dan ingatkan diri anda sendiri tentang cinta serta kasih karunia yang ada dalam Tuhan. Dia adalah tempat perlindungan yang aman dan kekuatan bagi hidup kita.